Breaking Posts

6/trending/recent
Type Here to Get Search Results !

Mengarungi Diri Menuju Allah Jilid 1


Judul: Mengarungi Diri Menuju Allah Jilid 1

Penulis                               : Prof. Dr. H. Salmadanis, M.A

Editor                                  : Armaidi Tanjung, S.Sos, M.A.

Penerbit                             : Pustaka Artaz

ISBN lengkap                    : 978-979-8833-36-6

ISBN jilid kesatu               : 978-979-8833-37-3

Cetakan I                           :  September 2020

Cetakan II                          :  Maret 2025

Halaman                            : x +240

Harga                                  : Rp 85.000

 Prinsip asasi tasawuf adalah tidak ada wujud hakiki kecuali Allah. Dengan demikian kalimat syahadat pertama, Asyhadu'an lâ ilaha illa Allah (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah) berarti lâ maujûda illa Allah (tidak ada wujud kecuali wujud Allah). Sedangkan roh manusia menurut tasawuf adalah anugerah Tuhan dan berasal dari roh-Nya. Karena itu dia ingin berhubungan dengan sumber aslinya. Perhubungan itu dapat mengambil bentuk al-ittihâd, roh manusia manunggal dengan roh Allah. Pendapat roh manusia berasal dari roh-Nya memang sejalan dengan yang dikemukakan ayat-ayat al-Qur'an.

Tujuan sufi adalah mendekatkan diri sedekat mungkin dengan Allah sehingga ia dapat melihat Allah dengan mata hati bahkan rohnya dapat manunggal dengan roh Allah. Telah disinggung bahwa era global ditandai dengan kepesatan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (Iptek) di segala bidang. Sebagai contoh dengan tekhnologi komunikasi yang canggih, arus informasi akan mengalir dengan derasnya melintasi batas negara tanpa dapat dihambat oleh kekuatan fisik. Perubahan demi perubahan berjalan sangat cepat, bahka sulit terikuti.

Sejarah menuturkan bahwa Iptek di Barat lahir dan dibesarkan oleh pertarungan sengit antara saintis melawan gereja yang bengis terhadap dirinya. Pertarungan ini dilanjutkan dengan kekejaman agamawan (baca: gerejawan) terhadap saintis, yang dikenal dengan istilah inquisisi. Contoh yang terbaik dalam hal ini dapat dilihat pada praktek pemimpin Ordo Benedictine yang diangkat ke layar perak melalui film The Name of the Rose.

Kemajuan Iptek dalam era global ini telah sampai kepada apa yang disebut dengan The Post Industrial Society yaitu; masyarakat secara material telah sampai pada taraf makmur, Peralatan-peralatan hidup telah terkendali secara mekanik dan otomatis. Sepertinya hidup bertambah mudah, enak dan nyaman. Akan tetapi ternyata kenyamanan material tidak selamanya membawa kepada kebahagiaan rohani. Sebenarnya aspek kerohanian inilah sebagai harkat kemanusiaan. Bila hal ini terabaikan akan membawa kekurangan yang paling serius yang menyangkut sisi manusia yang terpenting dan yang paling dalam.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.