Breaking Posts

6/trending/recent
Type Here to Get Search Results !

Setetes Air Dalam Bensin


Judul    : Setetes Air Dalam Bensin  

Penulis :  Armaidi Tanjung - Armini Arbain - Eka Teresia S.Pd, MM -Jias Mengki - Mega Adyna - Meria Fitriwati -  Metria Eliza - Minda Sari -  Nofrialdi Nofi Sastera -  Rita Novita -   Rizal Pandia - Sastri Bakry - Saunir Saun - Siswati -   Welmita Syari’un -   Yenni Afrita -  Yurmanovita -   Yusnimar Nora                                       

Penerbit  : Pustaka Artaz (Anggota IKAPI) Kerja sama DPD SatuPena Provinsi Sumatera Barat  

Anggota IKAPI     :  038/SB/2023

ISBN                         : 978-979-8833-89-2

Cetakan I                :  Maret 2025

Halaman                 :  xiv  + 174  

Harga                       : Rp 75.000

Judulnya diambil dari salah satu buku kumpulan cerpen ini karya Armini Arbain, penulis senior, kritikus dan dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas. Judul metafora itu ternyata nyata dan mengerikan. Saya langsung membayangkan kerugian negara dalam Kasus Pertamina Pertamax Oplosan Hampir 1 Kuadriliun. Waah berapa  triliun itu?

Judul "Setetes Air Dalam Bensin" adalah metafora yang tepat untuk menggambarkan kondisi kekinian. Saat kita terhenyak karena ditipu oleh petinggi Pertamina. Sekaligus sebagai gambaran tentang kumpulan cerpen ini. Seperti setetes air yang jatuh ke dalam bensin, cerita-cerita dalam buku ini akan membuat kita merasa marah, sedih, tergerak, terinspirasi, dan mungkin bahkan tergugah.

Mari kita telesuri semakin dalam dunia kata-kata yang mengalir seperti setetes air dalam bensin. Kumpulan cerpen ini adalah hasil karya beberapa penulis yang berani membagikan pengalaman dan cerita mereka kepada kita.

Dalam buku ini  kita menemukan cerita-cerita yang beragam, dari kisah cinta yang manis hingga kisah hidup yang pahit. Setiap cerita adalah refleksi dari pengalaman dan perasaan penulis, yang sinis, yang marah, yang dengan jujur dan terbuka membagikan kisah mereka kepada kita.

Ada 18 cerpen yang memiliki keunikannya sendiri. Sebut beberapa seperti Pindah Rumah, karya Armaidi Tanjung, Kisah Cinta di Era Digital karya Jias Mengki, Petualangan Rahmi dan Sembilan Bundo, karya Mega Adyna, Bertemu Para Mantan karya Meria Fitriwati, Bangkit karya Minda Sari, Surat Al A’la karya Nofrialdi Nofi Sastera dan lain- lain.

Membuat buku ini menjadi penuh makna dan hikmah. Banyak yang bisa kita petik dari buah yang akan ranum ini.  Sesungguhnya kisah-kisah yang ditulis dalam buku ini mantap semua. Cuma saja kita perlu menggali lebh dalam lagi tentang karakter serta pemahaman tentang obyek yang ditulis. Juga tentang bagaimana seorang karakter dimainkan. Lebih dari itu tentang bagaimana sebuah narasi dan cerita itu. Untuk sebuah buku ringan menjelang tidur, boleh lah buku ini menjadi andalan.

Buku   cerpen ini merupakan buku langka tak seperti buku-buku puisi di muka bumi ini. Karena itu banyak di antara mereka tak terbiasa menulis. Namun sepertinya mereka tinggal menunggu waktu. Ketika Buku Cerpen ini akan lebih booming, mereka pasti akan memanfaatkannya dengan lebih aktif.

Lihat saja Kisah Cinta di Era Digital atau Setetes Air dalam Bensin. Mereka hanya butuh sentuhan ringan. Atau cerita tentang Bertemu Para Mantan dan Surga di Kota Sabang. Mereka seperti malu-malu dalam penulisannya. Seandainya mereka lebih punya punya modal lagi, mereka akan pasti akan lebih pas lagi. Atau juga cerita tentang Bujur. Latar belakang bahasa menjadi bagian cerita lucu dari cerita ini.

Lalu kisah tentang Penjual Sapu Lidi, kisah tentang Bangkit dan  Kisah Mahasiswa tentang Penjual Kue. Kisah-kisah di atas sangat pantas untuk diangkat dalam bentuk eksklusif dan berbentuk cerita yang lebih awal. Kisah Penjual Sapu Lidi, kisah sedih seorang Ibu yang ditinggalkan seorang anak perempuannya, justru ketika lelaki yang meninggalkannya menabrak perempuan kecil yang akhirnya meninggal. Kisah Bangkit, kisah seorang guru yang juga putus asa ketika dia ditinggalkan lelaki yang jadi tumpuan hidupya. Dan kisah mahasiswa berjualan kue, akhirnya sukses berkat kegigihannya.***

 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.